Tulisan ini diambil dari milis tulisan dari "mang ucup",
saya setuju dengan tulisan nya oleh karena itu saya masukkan ke blog ini.
Terus terang saja saya juga Chung Guo Ren ( orang cina ),
yang pada tanggal 9 februari berharap dapat angpao..............
( mudah-mudahan dapat banyak........... huahahahaha............. )
Pada saat menjelang hari raya th. Baru Imlek, bermunculan Kristen Bodor, yg
men-Fatwa, bahwa turut merayakan hari th. Baru Imlek itu Haram bahkan Dosa!
Dan lucunya para Kristen Bodor tsb datangnya dari golongan etnis Tionghoa
sendiri oleh sebab itulah mang Ucup menilai, bahwa mereka ini memiliki
berkepribadian ganda ato kepribadian terpecah (split personality) ala "Dr
Jekyl & Mr Hyde" atau dlm bhs Inggrisnya disebut Golongan Christian
Go-Block!" Kenapa demikian?
Sejak brol lahir bahkan s/d masuk lihat lahat sekalipun, mang Ucup tetap
azah keturunah Tiong Hoa, padahal sudah puluhan tahun saya bermukim di Eropa
dan jadi WN Jerman, tetapi tetap azah anehnya tdk bisa berobah jadi bule,
begitu juga perut maupun selera menutut harus ketemu nasi setiap hari.
Disamping itu warna kulit maupun mata saya tidak pernah bisa berobah
walaupun di paspor sudah dinyatakan jadi WN Jerman tulen sejak 30 th.
Begitu juga dgn agama yg saya anut "Kristen", walaupun sudah di madi celup
dan di bilas ber-kali2, tetapi warna kulit saya tidak pernah bisa berubah
sedikit pun juga begitu juga dgn nama di paspor pun tetap azah sama Nio Tjoe
Siang. Padahal Pdt saya udah menyatakan bahwa sebenarnya saya ini udah lahir
baru, tetapi sayangnya wajah maupun warna kulit saya tidak pernah bisa
berubah mirip seperti Yudas, padahal ia adalah rasul idolanya mang Ucup tuh.
Apakah kalau saya sudah jadi Kristen, berarti saya diwajibkan untuk
menginkari leluhur saya? No Way! Apakah karena saya sdh jadi orang Kristen
berarti saya diwajibkan untuk melupakan tradisi maupun kebudayaan saya untuk
merayakan Hari Th Baru Yahudi "Rosh Hashanah" pada tgl. 4 Okt yg akan dtg?
Tidak! Kalho tidak percaya, kudu baca tuh Alkitab jangan hanya sekedar
dijadikan buat pengganjel lemari azah.
Hai Yudas, lho boleh dimandiin, dicelup & di bilas ribuan kali, bahkan di
masukin mesin cuci dgn rinso Anti Noda sekalipun, warna kulit lho, jgn harap
bisa berobah, terkecuali kalho kulit lho mo dibeset seperti suikeh kodok eh
maksud saya seperti Mikel Jekson.
Agama itu mirip pakaian, semua orang dilahirkan dlm keadaan telanjang, tidak
ada satu manusiapun yg dilahirkan sebagai pemeluk agama tertentu. Mang Ucup
dilahirkan bukan sebagai Kristen, melainkan sebagai seorang keturunan etnis
Tiong Hoa, setelah lewat setengah abad baru jadi penganut agama Kristen. Dan
agama apapun yg mereka anut, setiap saat apabila kurang cocok bisa azah
diganti seperti juga dgn pakaian, tetapi warna kulit maupun orang tua kita
tidak akan bisa diganti, sampai kita modyaaa.ar sekalipun, ini akan tetap
sama terus.
Jeruk dlm bhs Inggris maupun Jerman namanya Mandarin, karena warna kulitnya
kuning dan isinya pun kuning, begitu juga kita tidak akan bisa mencari tomat
yg warna kulit luarnya putih tapi dlm nya merah, ora ono Mas!
Hanya bodornya, kok banyak jeruk eh Mandarin yg mempunyai keinginan untuk
jadi "Bah Nana" baca Pisang? Yg kulitnya kuning tapi isinya putih, malu atuh
euu..uy ama leluhur kita, sehingga bisa2 kwalat lho pantatnya 'ntar disamber
Gledek baru tao lho!
Tapi mang, kata Pdt Gw, kalho merayakan th baru Imlek, itu sama azah seperti
juga main mata ato berselingkuh dgn si setan sehingga nantinya bisa2 kita di
kirim ke Giam Lo Ong untuk dipanggang sampai gosong disana.
Itu namanya Munafik tingkat 12 alias udah 'nggak ketolongan lagi Geblek-nya,
renungkanlah dgn akal sehat Anda, lebih dari 80% manusia di kolong langit
ini merayakan pesta tahun baru pada tgl. 1.1.2005, bahkan mereka telah
merayakan pesta Milenium secara gede2an diseluruh jagat dunia, tanpa pernah
mo mikir pake jidatnya, bahwa kalender Masehi itu adalah kalender umat
Kristen, sampai komplit di bubuhkan perkataan Masehi segala macam! Tahu
kagak artinya Masehi itu apa? Masehi itu diambil dari kata Mesias - "Yang
diurapi/Juruselamat ato Yesus" ato lebih kerennya lagi disebut kalender
"Anno Domini" yg artinya "Tahun Tuhan kita" ini dibuat oleh seorang biarawan
yg bernama Dionysius Exignus.
Tidak ada penganut agama di dunia ini yg meng-haramkan atau merasa ketakutan
umatnya menjadi Kristen, karena turut merayakan th baru Masehi, entah mereka
itu penganut agama Hindu, Budha maupun Islam Fundamentalis sekalipun juga,
kok wong Kristen ketakutan banget? Apakah Allah -Nya umat Kristen kurang
Pe-De ato kurang sakti sehingga ketakutan umat-Nya digaet oleh aliran agama
lain? Apakah para sesepuh Kristen itu wong Parnoid semua yg sudah waktunya
pindah ke RS Jiwa di Grogol?
Kita jangan bicara juta lagi, sebab perkataan juta itu udah ora laku lagi,
terutama bagi para koruptor, kita bicara nilai M azah ato Milyar, berapa
milyar manusia di kolong langit ini yg turut merayakan tahun baru Masehi
tanpa ada rasa takut setetes pun juga untuk di Kristianisasikan, karena
turut merayakan pesta th baru Masehi!
Tidak pernah tersirat sedikit pun juga di dlm benak mereka, pada saat
merayakan th baru tgl. 1.1.2005 ini ada kaitannya dgn Yesus, termasuk orang
Kristen nya sendiri! Tetapi kok aneh begitu kita mau merayakan th baru Imlek
atau tahun kelahirannya Kong Hu Chu ini jadi satu polemik ato permasalahan
besar??
Setelah kita lahir baru menjadi orang Kristen, apakah identitas saya sebagai
orang Tiong Hoa kudu turut dihapus, dilupakan dan dikubur? Apakah sebagai
wong Kristen kita harus melupakan budaya maupun leluhur kita? Apakah sesudah
menjadi orang Kristen saya harus menjadi wong Londo yg berbudaya kebaratan
ato menjadi wong Yahudi untuk mengikuti budaya dan tradisi mereka, sehingga
semua yg berbau budaya Tiong Hoa seperti Imlek tidak boleh dirayakan lagi,
sebab sudah di cap haram, boro2 merayakan Imlek, makan Bacang dan ronde azah
udah dinilai haram.
Aneh bin nyata banyak orang Kristen Tiong Hoa yg menilai hari Raya Imlek itu
haram, tetapi kenapa mereka mau turut merayakan "Thanksgiving Day" bahkan
"Halloween". Mereka merasa untuk menjadi seorang Kristen yg baik diwajibkan
melupakan budaya leluhurnya yg sudah ribuan tahun turun temurun usianya.
Orang Tionghoa itu seperti jeruk, kulitnya kuning isinyapun seharusnya tetap
kuning. Bahkan jeruk merupakan lambang kekayaan sebagai emas, dimana pada
tiap th baru Imlek orang saling memberikan jeruk kalau bisa yg masih ada
daunnya dgn mana diharapkan hokie dan rejeki di th mendatang akan tumbuh.
Dan "Kuning" adalah warna simbolik juga bagi bangsa Tionghoa, karena mereka
mendiami tanah air Huang Tu Di = tanah kuning seluas hampir 10.000 km.
Kaiser negara Tiongkok pertama lebih dikenal dgn nama Huang Di = Kaiser
Kuning menurut para sejarawan, karena ia berasal dari tanah kuning tsb. Bagi
orang awam yg tidak mendalami Sinologi, penjiwaan budaya "tanah kuning"
masih jelas tampak pada istilah2 bhs Mandarin, yg memadukan "kuning" untuk
mempertegas arti kata seperti tanah kuning, sungai kuning, kulit kuning,
beras kuning, kacang kuning, jubah kuning (jubah kebesaran kerajaan), istana
kuning bahkan alam bakapun disebut sebagai "Alam kuning".
Maka tidaklah salah kalau saya mengharapkan bangsa Tionghoa dimanapun ia
berada agar tetap seperti jeruk, dimana kulitnya kuning dan isinyapun tetap
kuning dan tidak berubah menjadi buah Pisang, kulitnya kuning, tetapi isinya
telah berubah menjadi putih semuanya.
Hitler telah berusaha untuk menghancurkan budaya dan etnis Yahudi dgn
membunuh lebih dari 6 juta orang Yahudi. Apakah mungkin bagi orang Kristen
sekarang ini sebaiknya perkataan "Haleluyah" dirubah menjadi jadi "Heil
Hitler"? Darpada pergi ke Yerusalem sebaiknya pergi ke Auschwitz?
Rengunkanlah: apabila Anda tidak merasa malu untuk mengaku sebagai keturunan
Tiong Hoa sebar luaskanlah artikel ini.
Ketika mang Ucup masih kecil ucapan untuk selamat th baru imlek adalah "Sin
Chun Kiong Hie" yg berarti "Selamat Musim Semi ato Th Baru", tetapi karena
generasi sekarang sudah lebih ke money & sukes oriented jadi ucapannya pun
dirubah jadi Gong Xi Fa Cai = "Semoga Sukses Selalu", hal inilah yg ingin
mang Ucup ucapkan sebagai akhir kata dari oret2an ini.
Oret2an ini ditulis setelah menegak habis satu botol arak merek: "Confucius
Family Spirit", yuuu.uk kita bersulang bagi budaya maupun leluhur kita,
gleee...ek, glek, glek
Maranatha
Mang Ucup - The Drunken Priest
Email: mangucup@wanadoo.nl
Homepage: www.mangucup.org